Kronologi Duel Maut yang Menewaskan Siswa MTs di Cianjur

Bekasi, ForumJabar.com--Lagi, tawuran pelajar memakan korban jiwa. Seorang pelajar Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, tewas usai duel maut dengan pelajar dari SMP lainnya, pada Sabtu (19/7/2025) dini hari.

Korban bernama Ziad, pelajar MTs tewas setelah terjatuh dari atas Jembatan Parigi, Kecamatan Leles. Korban mengalami patah tulang serius akibat benturan keras di dasar sungai.

Ada dua orang yang jatuh ke sungai dangkal itu, namun satu orang lainnya selamat. Sedangkan Ziad sempat dirawat di rumah sakit. Namun empat hari kemudian, kondisinya memburuk dan akhirnya meninggal dunia pada Selasa (22/7/2025).

Kapolsek Agrabinta, AKP Nanda, Rabu (23/7/2025), menjelaskan kronologi peristiwa tragis tersebut di Mapolsek Agrabinta, Rabu (23/7/2025).

BACA JUGA :

Dua Anggota Ormas yang Memeras dengan Golok Ditangkap!

 

1. Saling ejek di media sosial

AKP Nanda mengatakan, pemicu peristiwa ini berawal dari aksi saling ejek di media sosial antara pelajar MTs dan SMP yang berlokasi di Leles. Lantaran saling ejek, mereka kemudian sepakat menyelesaikannya dengan cara berduel satu lawan satu di Jembatan Parigi, Jembatan Parigi, Kecamatan Leles pada Jumat malam.

“Motif awalnya saling ejek di media sosial. Mereka lalu janjian di lokasi untuk duel. Saat ini ada 12 pelajar yang sudah kami amankan dan sedang dimintai keterangan,” kata Nanda. 

2. Viral di media sosial

Setelah janjian bertemu, mereka pun berduel. Masing-masing pihak membawa 8 orang untuk berduel satu lawan satu. Bahkan duel tersebut direkam oleh salah satu pelajar dan sempat viral di media sosial.

Dalam video berdurasi 1 menit 18 detik itu, terlihat empat orang saling berduel satu lawan satu di atas Jembatan Parigi, Kecamatan Leles, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Aksi itu direkam menggunakan ponsel dan memicu kegemparan setelah salah satu pelajar terjatuh ke sungai di tengah perkelahian.

 

3. Korban alami patah tulang

Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Helmi Halimudin, membenarkan insiden tersebut. Ia menyebut, korban sempat dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi luka parah karena terjatuh ke dasar sungai yang surut. Korban dinyatakan meninggal dunia pada Selasa (22/7/ 2025) setelah empat hari setelah duel maut. 

4. Polisi periksa 12 pelajar

Usai duel maut ini, pihak Polsek Agrabinta memeriksa 12 pelajar SMP dan MTs yang diduga terlibat duel. Nanda menjelaskan, total ada 14 pelajar yang terlibat.

“Yang ada di lokasi itu 14 orang, dari SMP Leles ada 7 orang dan MTs 7 orang. Untuk yang duel ada 4 orang, dari setiap kelompok dua orang perwakilan. Saat duel itu, dua orang saling berguling sampai jatuh dari jembatan,” ujar Nanda. 

Menurut Nanda, pihak sekolah dan para orangtua pelajar sudah melakukan pertemuan dan sepakat menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan.

Meski demikian, polisi tetap mengusut kasus ini.   “Saat ini kami masih mengusut motif mendalam dan menelusuri siapa yang menginisiasi duel ini. Pemeriksaan terus berlanjut,” tutup Nanda. 

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *