BANDUNG, ForumJabar.com–Tepat satu tahun menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyampaikan refleksi atas kinerja pemerintahannya bersama Wakil Gubernur Erwan Setiawan. Ia mengakui, masih banyak persoalan mendasar yang belum terselesaikan dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan Dedi pada 20 Februari 2026 melalui akun Instagram pribadinya dan telah dikonfirmasi ulang oleh Kompas.com, Jumat (20/2/2026).
Dalam keterangannya, Dedi menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Jawa Barat atas tingkat kepuasan terhadap kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang mencapai 95,5 persen berdasarkan hasil survei. Namun, ia menilai angka tersebut bukanlah cerminan keberhasilan pembangunan secara menyeluruh.
“Angka itu bagi saya bukan ukuran keberhasilan pembangunan, melainkan bentuk kecintaan warga terhadap proses dan perjalanan yang sedang kita jalani bersama,” ujarnya.
Dedi menekankan bahwa tingginya angka kepuasan belum tentu sejalan dengan kualitas layanan publik yang dirasakan secara merata. Ia mengakui, pemerintahannya belum menghadirkan perubahan besar yang berdampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat.
Salah satu tantangan utama yang dihadapi, menurut Dedi, adalah keterbatasan fiskal. Tekanan anggaran dinilai menghambat optimalisasi berbagai program dan pelayanan publik.
“Tekanan fiskal menjadi kendala utama sehingga kepuasan itu belum sepenuhnya terwujud dalam layanan yang nyata bagi seluruh warga,” katanya.
Ia memaparkan sejumlah persoalan yang masih menjadi pekerjaan rumah, di antaranya kondisi jalan desa yang rusak, akses pendidikan yang belum merata, layanan kesehatan yang belum optimal, serta tingginya angka pengangguran. Menurutnya, berbagai persoalan tersebut membutuhkan kerja bersama dan komitmen jangka panjang.
Mantan Bupati Purwakarta itu juga menyampaikan terima kasih kepada warga yang masih merasa belum puas atas kinerjanya. Ia menilai kritik dan ketidakpuasan tersebut menjadi pengingat bahwa masih ada masyarakat yang belum mendapatkan pelayanan secara maksimal.
“Bagi saya, itu menjadi tanda bahwa masih ada yang harus kami benahi,” ucapnya. (Safira Hasna/Ed: Yas)

