Kuningan, ForumJabar.com–Kantor Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, mencatat telah menangani 122 laporan hewan liar berbahaya di permukiman warga sejak Januari hingga awal September 2025. Layanan ini menjadi bagian dari upaya rutin Damkar Kuningan dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
Kepala Damkar Kuningan, Andri Agra Kusumah, menjelaskan bahwa salah satu peristiwa paling menonjol adalah evakuasi seekor macan tutul jantan yang masuk ke Balai Desa Kutamandarakan, Kuningan, pada Sabtu (26/8).
“Setelah laporan diterima, kami segera berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk melakukan evakuasi,” kata Andri. Kejadian ini menjadi sorotan karena jarang terjadi di kawasan permukiman.
Laporan Terbanyak: Sarang Tawon
Selain evakuasi hewan liar, Damkar Kuningan menerima laporan terbanyak terkait sarang tawon. Hingga kini, petugas telah menangani 300 kasus sarang tawon yang mengganggu warga. Penanganan sarang tawon disebut sebagai salah satu permintaan layanan Damkar paling sering di Kuningan.
Tidak hanya kebakaran dan hewan liar, Damkar juga sering diminta bantuan untuk masalah sehari-hari. Sepanjang tahun ini, tercatat 54 laporan pelepasan cincin yang sulit dilepas dari jari warga. Selain itu, Damkar Kuningan juga melakukan 59 evakuasi korban dalam kondisi darurat seperti kecelakaan maupun situasi berisiko lainnya.
Dalam hal penanganan kebakaran di Kuningan, Damkar mencatat 34 kejadian dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp1,53 miliar. Penyebab kebakaran bervariasi, mulai dari korsleting listrik hingga kelalaian manusia. Andri menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Dengan catatan tersebut, Damkar Kuningan membuktikan perannya bukan hanya dalam memadamkan api, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam evakuasi hewan liar, penanganan sarang tawon, hingga membantu masyarakat dalam keadaan darurat sehari-hari.

