Bekasi, ForumJabar.com–Dinas Sumber Daya Air (SDA) Pemprov Jawa Barat bakal membongkar seluruh jembatan yang berada di atas saluran irigasi Kampung Gabus Desa Sriamur Kecamatan Tambun Utara. Pembongkaran dalam rangka normalisasi saluran air atau kali di wilayah Tambun.
Saat ini, masih ada sekitar 10 jembatan yang belum dibongkar karena menunggu kepastian pembangunan jembatan pengganti oleh pengembang.
“Sekitar 10 jembatan yang masih belum kami bongkar sampai hari ini,” ucap Kabid Perencanaan Teknik Dinas SDA Jawa Barat, Aan Heryadi, Selasa (22/4/2025).
Menurut Aan, sejumlah pengembang sudah berkomitmen untuk membangun kembali jembatan baru sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan.
Sebelumnya, jembatan-jembatan yang dibangun oleh pengembang perumahan itu tidak memenuhi syarat.
“Secara kapasitas dan tinggi, jembatan tersebut menghalangi aliran air, terutama saat debit meningkat sehingga berpotensi menyebabkan banjir,” kata Aan.
BACA JUGA :
Nasib Jembatan Sriamur : Tunggu Keputusan Dedi Mulyadi
Selain itu, Aan juga mendapat informasi bahwa semua jembatan tersebut tidak berizin alias ilegal.
“Informasinya semua jembatan yang ada di saluran irigasi Kampung Gabus tersebut itu tidak ada yang berizin,” tambahnya.
Aan menegaskan, pihak SDA merupakan dinas yang diberikan tanggungjawab sebagai pelaksana normalisasi sungai. Sehingga sesuai dengan tugasnya, Dinas SDA juga akan membongkar bangunan atau jembatan yang menghalangi aliran sungai.
“Kami lebih concern terhadap bagaimana supaya air itu bisa mengalir, bisa sesuai dengan apa yang direncanakan sehingga tidak terjadi banjir. Karena itu, kami ditugaskan untuk membongkar jembatan-jembatan dan bangunan di sempadan irigasi,” ujarnya.
Meski begitu, untuk menjaga mobilitas warga, pihaknya meminta para pengembang membangun jembatan pengganti. Beberapa pengembang telah menyetujui hal tersebut.
Selain itu, Dinas SDA juga mendorong Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum mempercepat proses perizinan pembangunan jembatan baru.
“Kami mendorong supaya BBWS Citarum bisa mempercepat proses rekonteknya, izinnya supaya jangan ada lagi jembatan dibangun tanpa izin. Kami sudah jadwalkan akan dibongkar dan harapannya selesai minggu ini,” tutup Aan. (YAS)
