Bekasi, ForumJabar.com–Kuliner Nusantara menjadi daya tarik wisata karena cita rasanya mendunia. Inovasi pada industri kuliner berpotensi menguatkan ekonomi kreatif dan dapat mendongkrak tumbuhnya kegiatan pariwisata nasional.
Pemerintah Indonesia dalam beberapa tahun terakhir terus mendorong sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu motor pertumbuhan nasional.
Dengan kontribusi lebih dari Rp1.300 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) serta menyerap jutaan tenaga kerja, subsektor kuliner menjadi tulang punggung utama di antara 17 subsektor ekonomi kreatif yang ada.
Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menempatkan kuliner sebagai salah satu prioritas pengembangan, sejalan dengan visi menjadikan Indonesia sebagai “pusat gastronomi dunia” pada 2045.
Dukungan pemerintah meliputi penguatan branding kuliner Nusantara, sertifikasi usaha, hingga fasilitasi partisipasi pelaku industri di ajang internasional seperti SIAL (Salon International de l Alimentation), World Halal Food, dan festival kuliner global lainnya.
Keberhasilan PT Bumi Aki Boga meraih Annual Award for Global F&B Partnership di ajang SIAL Shenzhen 2025 menjadi bukti nyata dari strategi pemerintah yang sejalan dengan daya saing pelaku kuliner Indonesia.
Penghargaan ini diterima langsung oleh Anisha Desiliana Resti, CEO Bumi Aki Boga, yang menegaskan komitmen perusahaan untuk terus berinovasi sekaligus mengangkat kekayaan cita rasa Nusantara ke tingkat global.
“Penghargaan Annual Award for Global F&B Partnership ini merupakan kehormatan besar bagi kami,” kata Anisha dalam siaran pers yang diterima pada Rabu (3/9/2025).
Penghargaan menandai langkah penting Bumi Aki Boga dalam membawa kuliner Indonesia ke tingkat global, sekaligus memperkuat komitmen perusahaan untuk terus berinovasi dan memberikan yang terbaik bagi pelanggan.
“Ini adalah hasil kerja keras seluruh tim kami dan dukungan tak henti dari para pelanggan setia. Kami akan terus berkomitmen untuk menyajikan yang terbaik dan menginspirasi dunia dengan kekayaan cita rasa kuliner Indonesia,” ujarnya.
Keberhasilan ini tidak lepas dari visi perusahaan dalam mengembangkan tiga pilar utama perusahaan, yang kini telah menempati posisi terdepan di segmennya masing-masing.
Penghargaan ini menjadi bukti nyata dari dedikasi, inovasi, dan kepemimpinan yang telah ditunjukkan oleh Bumi Aki Boga di kancah global.
Di bawah kepemimpinan Anisha Desiliana Resti, Dewanti Nawangsuri dan Lina Sumarlina, Bumi Aki telah mengukuhkan posisinya sebagai restoran keluarga terbaik di Indonesia.
Dengan menyajikan hidangan yang lezat dan suasana yang hangat, Bumi Aki telah menjadi tempat favorit bagi keluarga untuk berkumpul dan menciptakan kenangan tak terlupakan.
Anisha juga berhasil membawa Bumi Aki Heritage menjadi restoran Sunda pilihan utama di Indonesia. Dengan mempertahankan resep-resep tradisional dan cita rasa otentik, Bumi Aki Heritage tidak hanya melestarikan kekayaan kuliner Sunda, tetapi juga menyajikannya dengan kualitas terbaik yang diakui secara internasional.
Inovasi Anisha semakin terlihat jelas pada Bumi Aki Signature, yang berhasil memposisikan diri sebagai restoran Nusantara terlezat di Indonesia. Dengan sentuhan modern dan presentasi yang memukau, Bumi Aki Signature membuktikan bahwa hidangan Nusantara mampu bersaing di panggung dunia, menawarkan pengalaman kuliner yang unik dan tak tertandingi.
Pencapaian di SIAL Shenzhen 2025 menjadi momentum penting bagi Bumi Aki Boga untuk meningkatkan daya saing di industri kuliner global. Penghargaan ini juga mempertegas posisi Bumi Aki Boga sebagai salah satu duta kuliner Indonesia yang mampu menjembatani cita rasa lokal dengan selera internasional.

